Learning Community

Energi Alternatif Dari Ruang Angkasa

Posted on: 10 Mei 2008

Eksplorasi ruang angkasa telah menghasilkan sejumlah perangkat baru yang tidak umum . Salah satunya adalah bahan bakar berbasis reaksi kimia hidrogen dan oksigen.

Para astronot sebetulnya sudah tidak asing lagi dengan bahan bakar jenis ini. Sejak tahun 1960-an mereka telah menggunakannya sebagai perangkat penghasil energi pada pesawat antariksa. Yang lebih mengagumkan lagi, sumber catu daya yang mereka gunakan menghasilkan air limbah yang layak minum. Bagaimana hal ini terjadi?

Pada dasarnya, reaksi antara hidrogen dan oksigen, selain menghasilkan energi listrik dan panas, juga akan menghasilkan H2O (air), CO2 (karbondioksida), dan O2 (oksigen). Melihat hasil samping reaksi ini, tidak mustahil air dan oksigen menjadi unsur dan senyawa yang memiliki nilai positif. Airnya bisa diminum dan oksigen untuk respirasi.

Kondisi sekarang belum memungkinkan teknologi ini terealisasi secara luas. Salah satu ganjalan adalah belum tersedianya unsur hidrogen dan oksigen secara luas. Akibatnya, di Bumi sumber energi altenatif ini baru diterapkan pada sejumlah kendaraan dan perangkat khusus, seperti kendaraan ulang alik, energi cadangan untuk rumah sakit, dan bandara.

Lebih tipis dari film

Badan ruang angkasa AS, NASA, sebagai salah satu pengembang sumber energi alternatif berbasis reaksi kimia mengaku tengah mengembangkan sel bahan bakar. Sejauh ini, mereka masih merasa bahwa sel bahan bakar yang telah terpasang pada sejumlah pesawat ulang alik masih memiliki sejumlah kekurangan.

Sel alternatif ini hanya bisa menghasilkan energi listrik bila berada dalam suhu ekstrim 1.000° Celcius. Oleh karena itulah, NASA mengembangkan sel bahan bakar sejenis yang bereaksi pada suhu lebih rendah, sekitar 500° Celcius.

“Tujuan kami adalah membuat inti dari sel bahan bakar itu, yakni berupa lapisan elektrolit yang mengontrol aliran pengisian ion secara elektronis. Sel ini memiliki ketebalan satu mikron, jauh lebih tipis dari sebuah film,” kata Alex Ignatiev dari NASA.

Sekadar perbandingan, sel bahan bakar yang beredar sekarang memiliki ketebalan 100 mikron atau lebih. Satu mikron setara dengan seperseribu milimeter.

“Tipisnya lapisan elektrolit ini diperlukan untuk memperkecil arus pendek aliran listrik di dalam lapisan elektrolit, sehingga bisa menghasilkan energi lebih besar pada temperatur yang lebih rendah,” tambah Ignatiev.

Andai penelitian ini berhasil, tak mustahil bahan bakar yang masih dimonopoli pesawat ruang angkasa ini bisa jadi alternatif untuk menjalankan mobil, truk, perangkat elektronik seperti komputer, radio-tape dan telepon selular.

 

Tag:

3 Tanggapan to "Energi Alternatif Dari Ruang Angkasa"

saya ingin tahu sifat katalis untuk membuat biofuel
selain metanol untuk membuat biodiesel apalagi contoh katalis lainnya

Jawaban

Biofuel merupakan energi yang berasal dari bahan organik. yang termasuk Biofuel diantaranya :
– Biodisel – yang berasal dari palm oil atau minyak jarak
– Bioethanol – berasal dari ethanol (tebu, sake, sorgum manis, dll)
– Biomass – (bahan bakar dari sampah organik seperti briket dari sampah organik dll)
– Biogas – Bahan bakar dari gas bio (gas yang berasal dari kotoran hewan)

Uninformed says : I absolutely agree with this !

Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

cheers, Rockbound.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About me

Nama saya Andi

Disini kepengin share pengetahuan dan pengalaman. Jika kita tidak bisa memajukan Indonesia lewat pembangunan fisik maka marilah kita majukan Indonesia dengan pengetahuan sebagai bekal untuk generasi penerus.



Blog Stats

  • 211,472 hits
%d blogger menyukai ini: