Learning Community

Saat Dunia Ini Tersenyum

Posted on: 8 Mei 2008

Judul ini saya ambil, bukan tanpa alasan tetapi kelihatannya menarik untuk didiskusikan. Setiap manusia tentunya ingin dikenang oleh semua orang. Semua orang rindu akan kehadiran kita. Keberadaan kita menjadi sebuah kewajiban, sebab saat kita tidak ada rasanya ada yang kurang. Kita terasa menjadi orang yang penting, kehadiran kita sangat ditunggu-tunggu. Setiap orang rindu dengan kita. Dalam kondisi seperti inilah rasanya duniapun tersenyum kepada kita. Senyum yang tulus, bukan senyum pura-pura.

Ada seorang bernama maman, dia adalah orang yang sangat sederhana, kehidupannya sangat pas-pasan. Rumahnya cuma gubug biasa. Setiap hari di bekerja sebagai pedagang kue keliling. Setiap pagi berangkat dan pulang sore hari. Walaupun demikian ada sesuatu yang berbeda pada seorang maman. Walaupun kehidupannya serba kekurangan tetapi dia adalah seorang yang pandai bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan.

Dikampung seorang maman sangat dikenal sebagai orang yang jujur, dan baik hati. Suatu ketika ketika dia sedang berjualan ada seorang ocah menagis, kemudian diapun menghampiri dan bertanya “ada apa menangis ? dimana ibumu ?”, si bocahpun dengan terisak-isak menjawab “saya lapar, dari kemarin belum makan dan ibuku sudah tidak ada”, “bapakmu dimana ?” maman kembali nanya. “Bapak sudah meninggal juga, saya sudah tidak punya siap-siapa”. Dia hati yang penuh haru, diapun menyodorkan beberapa potong makanan yang dia jual. Bocah itupun melahapnya dengan sangat lahap. Setelah kenyang. Bocah inipun diajak kerumahnya, diapun bertanya “maukah kamu saya angkat jadi anakku dan tinggal bersamaku ?”, dengan mata berkaca-kaca si bocah menjawab “mau”. Hari itu juga pak maman mengangkat sibocah menjadi anaknya dan mengumumkan kepada semua penduduk kampung.

Di seantero kampung pak maman dikenal sebagai seorang yang baik hati, suka menolong dan disenangi oleh orang-orang. Banyak penduduk kampung yang minta tolong kepada dirinya saat ada pekerjaan, orang kampung menyukai dia karena orangnya tlaten, rajin dan tidak banyak maunya.

Bagi pak maman menolong orang adalah kenikmatan tersendiri karena dirinya merasa tidak dapat beramal dan bersedekah dengan harta maka dia ingin beramal dengan tenaga dan apapun yang dapat dia lakukan untuk menolong orang lain. Walaupun dia sebatang kara di dunia tetapi dia tidak merasa sendirian, karena baginya orang sekampung adalah keluarganya dan orang sekampungpun sudah menganggap dia sebagai keluarganya. Sungguh indah dunia ini baginya ….. karena semua orang tersenyum padanya seakan seisi duniapun tersenyum kepada sosok yang sangat sederhana ini.

Bagaimana dengan Anda sudahkah Anda mampu membuat orang lain tersenyum walaupun hanya sebentar ?

 

1 Response to "Saat Dunia Ini Tersenyum"

besok aku ulang tahun,…saat aku melihat computer tempatku kuliah sedang tersenyum padaku yang mungkin dia inginkan aku membuka dan mengotak atiknya…aku segera membuka web melalui paman google..tak sengaja aku melihat artikel ini…subhanallah…aku belajar banyak dari artikel ini,,tentang arti kata syukur dan selalu ikhlas dalam membantu sesama…mungkin dengan ulang tahunku yang ke 21 ini aku dapat jadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan apa yang aku kerjakan dapat bermanfaat bagi semua orang dan di ridhoi oleh ALLAH swt,amien…thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About me

Nama saya Andi

Disini kepengin share pengetahuan dan pengalaman. Jika kita tidak bisa memajukan Indonesia lewat pembangunan fisik maka marilah kita majukan Indonesia dengan pengetahuan sebagai bekal untuk generasi penerus.



Blog Stats

  • 211,472 hits
%d blogger menyukai ini: