<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Learning Community</title>
	<atom:link href="http://andyku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andyku.wordpress.com</link>
	<description>Menggapai Mimpi ............</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 13:18:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andyku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Learning Community</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andyku.wordpress.com/osd.xml" title="Learning Community" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andyku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips dan Trik Efektif Melakukan Pencarian di Google</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com/2011/12/02/tips-dan-trik-efektif-melakukan-pencarian-di-google/</link>
		<comments>http://andyku.wordpress.com/2011/12/02/tips-dan-trik-efektif-melakukan-pencarian-di-google/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 07:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andyku.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[EFEKTIF 1. AND: Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Bisa menggunakan salah satu dari tiga alternatif berikut: ukiran jepara ukiran AND jepara ukiran+jepara 2. OR: Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah satu dari dua alternatif berikut: tahu OR tempe tahu &#124; tempe 3. FRASE: Mencari informasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=424&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>EFEKTIF</strong><br />
1. <strong>AND</strong>: Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Bisa menggunakan salah satu dari tiga alternatif berikut:<br />
<em>ukiran jepara<br />
ukiran AND jepara<br />
ukiran+jepara</em><br />
2. <strong>OR</strong>: Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah satu dari dua alternatif berikut:<br />
<em>tahu OR tempe<br />
tahu | tempe</em><br />
3. <strong>FRASE</strong>: Mencari informasi yang mengandung frase yang dicari dengan menggunakan tanda “”. Contoh:<br />
<em>“perangkat lunak”</em><br />
4. <strong>NOT</strong>: Hasil pencarian mengandung kata yang di depan, tapi tidak yang dibelakang minus (-). Contoh di bawah akan mencari informasi yang mengandung kata <em>ikan</em> tapi bukan <em>bandeng</em>.<br />
<em>ikan -bandeng</em><br />
5. <strong>SINONIM (~)</strong>: Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya. Contoh di bawah akan membawa hasil pencarian: kendaraan (car) dan sinonim-sinonimnya.<br />
<em>~car</em><br />
6. <strong>ASTERIK (*)</strong>: Karakter pengganti kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: <em>ayam bakar pedas, ayam goreng pedas, ayam masak pedas,</em> dsb<br />
<em>ayam * pedas</em><br />
7. <strong>TANDA TITIK (.)</strong>: Karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: <em>kopi, koki, kodi,</em> dsb<br />
<em>ko.i<br />
</em><span id="more-424"></span><br />
8. <strong>CASE INSENSITIVE</strong>: Pencarian di Google menganggap kapital dan bukan kapital sebagai sesuatu yang sama. Jadi, <em>romi satria wahono</em>, <em>Romi Satria Wahono</em>, atau <em>RoMi SaTrIA waHoNo</em> akan membawa hasil pencarian yang sama<br />
9. <strong>PENGABAIAN KATA</strong>: Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: <em>a, about, an, and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when, where, which, with</em>. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian kata tersebut, bisa dengan menggunakan karakter + di depan kata yang dicari (contoh: <em>Star Wars Episode +I</em>), atau bisa juga dengan menganggapnya sebagai frase (contoh: <em>“Star Wars Episode I”</em>)<br />
10. <strong>I’M FEELING LUCKY</strong>: Akan membawa kita langsung menuju ke hasil pencarian pertama dari <em>query</em> kita<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>LEBIH EFEKTIF</strong><br />
1. <strong>DEFINE</strong>: Mencari definisi dari sebuah terminologi. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat adalah berbagai definisi tentang e-learning dari berbagai sumber<br />
<em>define:e-learning</em><br />
2. <strong>CACHE</strong>: Menampilkan situs web yang telah diindeks oleh Google meskipun sudah tidak aktif lagi. Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata <em>php</em> pada situs <em>ilmukomputer.com</em> yang ada di indeks Google.<br />
<em>cache:ilmukomputer.com php</em><br />
3. <strong>LINK</strong>: Menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs. Contoh di bawah akan menampilkan daftar link yang mengarah ke situs ilmukomputer.com<br />
<em>link:ilmukomputer.com</em><br />
4. <strong>RELATED</strong>: Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs<br />
<em>related:romisatriawahono.net</em><br />
5. <strong>INFO</strong>: Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs<br />
<em>info:romisatriawahono.net</em><br />
6. <strong>SITE</strong>: Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk<br />
<em>java site:ilmukomputer.com</em><br />
7. <strong>FILETYPE</strong>: Menampilkan hasil pencarian berupa suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa dicari adalah: <em>doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt</em>, dsb. Contoh di bawah akan menampilkan hasil pencarian berupa <em>file PDF</em> yang mengandung keyword <em>software engineering</em><br />
<em>software engineering filetype:</em><em>pdf</em><br />
8. <strong>ALLINTITLE</strong>: Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title <em>java programming</em>. allintitle ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu.<br />
<em>allintitle:java programming</em><br />
9. <strong>INTITLE</strong>: Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title <em>java</em> dan isi halaman yang mengandung kata <em>enterprise</em><br />
<em>intitle:java enterprise</em><br />
10. <strong>ALLINURL</strong>: Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata <em>java</em> dan <em>programming</em>. allinurl ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu.<br />
<em>allinurl:java programming</em><br />
11. <strong>INURL</strong>: Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata <em>java</em> dan isi halaman yang mengandung kata <em>enterprise</em><br />
<em>inurl:java enterprise</em><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>SEMAKIN EFEKTIF</strong><br />
Pencarian yang kita lakukan akan semakin efektif apabila kita mencoba menggabungkan beberapa operator baik yang ada di fitur pencarian dasar maupun lanjut. Misalnya, kita ingin mencari file-file <em>PDF</em> yang ada di situs <em><a href="http://www.pdii.lipi.go.id/" target="_blank">www.pdii.lipi.go.id</a></em>. Maka kita gabungkan dua operator menjadi:<br />
<em>filetype</em><em>:pdf site:<a href="http://www.pdii.lipi.go.id/" target="_blank">www.pdii.lipi.go.id</a></em></p>
<p>Selamat Mencoba &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andyku.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andyku.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=424&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andyku.wordpress.com/2011/12/02/tips-dan-trik-efektif-melakukan-pencarian-di-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131bb95564c2a9034fe7279c5d4209ba?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Terpaksa Menikahinya&#8230;.</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com/2011/10/20/aku-terpaksa-menikahinya/</link>
		<comments>http://andyku.wordpress.com/2011/10/20/aku-terpaksa-menikahinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 02:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andyku.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki dan berikanlah yang terbaik untuk hidup kita : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=418&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki dan berikanlah yang terbaik untuk hidup kita :</p>
<p>Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.</p>
<p>Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.</p>
<p>Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.<br />
<span id="more-418"></span>Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.</p>
<p>Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.</p>
<p>Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.</p>
<p>Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.</p>
<p>Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.</p>
<p>Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.</p>
<p>“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.</p>
<p>Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”</p>
<p>“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.</p>
<p>Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.</p>
<p>Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.</p>
<p>Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.</p>
<p>Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.</p>
<p>Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.</p>
<p>Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.</p>
<p>Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.</p>
<p>Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.</p>
<p>Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.</p>
<p>Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.</p>
<p>Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.</p>
<p><em>Istriku Liliana tersayang,</em></p>
<p><em>Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.</em></p>
<p><em>Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.</em></p>
<p><em>Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.</em></p>
<p><em>Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!</em></p>
<p>Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.</p>
<p>Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.</p>
<p>Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.</p>
<p>Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”</p>
<p>Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”</p>
<p>Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”</p>
<p>Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”</p>
<p>Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.</p>
<p>by Ummu Millati</p>
<p>http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andyku.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andyku.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=418&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andyku.wordpress.com/2011/10/20/aku-terpaksa-menikahinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131bb95564c2a9034fe7279c5d4209ba?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOA MENCARI JODOH</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com/2011/10/12/doa-mencari-jodoh/</link>
		<comments>http://andyku.wordpress.com/2011/10/12/doa-mencari-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 03:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andyku.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Buat kamu-kamu yang masih mencari jodoh, maka perbanyaklah meminta kepada Allah. Ini ada sekelumit Doa buat yang sedang mencari belahan jiwanya &#8230; Ya Tuhanku, Kalau dia memang jodohku, dekatkanlah… Tapi kalau dia bukan jodohku, jodohkanlah… Dan jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami berjodoh.. Ya Tuhanku, Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=413&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat kamu-kamu yang masih mencari jodoh, maka perbanyaklah meminta kepada Allah. Ini ada sekelumit Doa buat yang sedang mencari belahan jiwanya &#8230;</p>
<p>Ya Tuhanku,<br />
Kalau dia memang jodohku,<br />
dekatkanlah…<br />
Tapi kalau dia bukan jodohku,<br />
jodohkanlah…<br />
Dan jika dia tidak berjodoh denganku,<br />
maka jadikanlah kami berjodoh..</p>
<p>Ya Tuhanku,<br />
Kalau dia bukan jodohku,<br />
jangan sampai dia mendapatkan jodoh yang lain,<br />
selain aku seorang…<br />
Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,<br />
jangan sampai dia mendapatkan jodoh yang lain,<br />
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti aku…<br />
Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,<br />
jodohkanlah kami kembali…</p>
<p>Ya Tuhanku,<br />
Kalau dia jodoh orang lain,<br />
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku…<br />
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,<br />
biarkanlah orang itu bertemu jodoh dengan yang lain<br />
dan kemudian jodohkan kembali dia dengan ku…</p>
<p>Ya Tuhanku,<br />
kabulkanlah doa dan permohonan hambamu ini…</p>
<p>Amin…</p>
<p>Disarankan kalau berdoa jangan seperti doa diatas &#8220;Mekso banget&#8221; hehehe &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andyku.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andyku.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=413&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andyku.wordpress.com/2011/10/12/doa-mencari-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131bb95564c2a9034fe7279c5d4209ba?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengemis Yahudi Buta &amp; Nabi Muhammad</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 03:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andyku.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.” Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah saw mendatanginya dengan membawakan makanan. Tanpa berucap sepatah kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=409&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”</p>
<p>Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah saw mendatanginya dengan membawakan makanan. Tanpa berucap sepatah kata pun, Rasulullah menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah Muhammad—orang yang selalu ia caci maki dan sumpah serapahi.<br />
<span id="more-409"></span></p>
<p>Rasulullah saw melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.</p>
<p>Setelah wafatnya Rasulullah saw praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.</p>
<p>Suatu hari Abubakar berkunjung ke rumah anaknya Aisyah, yan g tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah. Ia bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan Rasulullah yang belum aku kerjakan?”</p>
<p>Aisyah menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”</p>
<p>“Apakah Itu?” tanya Abubakar penasaran. Ia kaget juga karena merasa sudah mengetahui bagaimana kebiasaan Rasulullah semasa hidupnya.</p>
<p>“Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana,” kata Aisyah.</p>
<p>Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”</p>
<p>Abubakar menjawab, “Aku orang yang biasa.”</p>
<p>“Bukan! Engkau bukan ora ng yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu dengan ketus “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku.”</p>
<p>Abubakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw.”</p>
<p>Seketika itu juga kaget pengemis itu. Ia pun menangis mendengar penjelasan Abubakar, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. ” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar saat itu juga dan sejak hari itu menjadi Muslim.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andyku.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andyku.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=409&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131bb95564c2a9034fe7279c5d4209ba?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERATUS ENAM PULUH KEBIASAAN NABI MUHAMMAD SAW</title>
		<link>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/seratus-enam-puluh-kebiasaan-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/seratus-enam-puluh-kebiasaan-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 02:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andyku.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT Selalu shalat sunnah fajar Meringankan shalat sunnah fajar Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar) Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar Mengerjakan shalat sunnah di rumah Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=406&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT</em></p>
<ol start="1">
<li>Selalu shalat sunnah fajar</li>
<li>Meringankan shalat sunnah fajar</li>
<li>Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)</li>
<li>Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar</li>
<li>Mengerjakan shalat sunnah di rumah</li>
<li>Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur</li>
<li>Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya</li>
<li>Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar</li>
<li>Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib</li>
<li>Shalat sunnah setelah Isya’</li>
<li>Mengakhirkan shalat Isya’</li>
<li>Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua</li>
<li>Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)</li>
<li>Menggosok gigi apabila bangun malam</li>
<li>Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan</li>
<li>Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)</li>
<li>Memanjangkan shalat malamnya</li>
<li>Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir</li>
<li>Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan</li>
<li>Shalat dhuha empat rakaat</li>
<li>Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh</li>
<li>Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah</li>
<li>Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’</li>
<li>Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri</li>
<li>Mengarahkan pandangan ke tempat sujud</li>
<li>Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih</li>
<li>Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk</li>
<li>Meringankan tasyahhud pertama</li>
<li>Meringankan shalat jika berjama’ah</li>
<li>Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah</li>
<li>Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat</li>
<li>Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat</li>
<li>Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang</li>
<li>Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang</li>
<li>Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam<br />
<span id="more-406"></span></li>
</ol>
<p><em>II. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA</em></p>
<ol start="1">
<li>Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at</li>
<li>Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at</li>
<li>Mandi pada hari Jum’at</li>
<li>Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at</li>
<li>Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat</li>
<li>Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau</li>
<li>Duduk di antara dua khutbah Jum’at</li>
<li>Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at</li>
<li>Shalat sunnah setelah jum’at</li>
<li>Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at</li>
<li>Mandi sebelum berangkat shalat Id</li>
<li>Memakai pakaian teraik ketika shalat Id</li>
<li>Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri</li>
<li>Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha</li>
<li>Shalat Id di tanah lapang</li>
<li>Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id</li>
<li>Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha</li>
<li>Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah</li>
<li>Dua kali khutbah dengan diselingi duduk</li>
<li>Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda</li>
<li>Berjalan kaki menuju tempat shalat Id</li>
<li>Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id</li>
<li>Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id</li>
</ol>
<p><em>III. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA</em></p>
<ol start="1">
<li>Puasa dan berbuka secara seimbang</li>
<li>Berbuka puasa sebelum shalat maghrib</li>
<li>Berbuka dengan korma</li>
<li>Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub</li>
<li>Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari</li>
<li>Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan</li>
<li>Banyak puasa di bulan sya’ban</li>
<li>Puasa enam hari syawal</li>
<li>Puasa hari Arafah</li>
<li>Puasa Asyura atau sepuluh muharam</li>
<li>Puasa hari senin dan kami</li>
<li>Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan</li>
<li>Mencium istri di siang hari</li>
</ol>
<p><em>IV. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN</em></p>
<ol start="1">
<li>Memperbanyak sedekah</li>
<li>Memperbanyak membaca Al-Qur’an</li>
<li>Mengakhirkan waktu sahur</li>
<li>Puasa wishal</li>
<li>Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)</li>
<li>I’tikaf</li>
<li>Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya</li>
<li>Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar</li>
</ol>
<p><em>V. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM</em></p>
<ol start="1">
<li>Tidak pernah mencela makanan</li>
<li>Tidak makan sambil bersandar</li>
<li>Makan dan minum dengan tangan kanan</li>
<li>Makan dengan tiga jari</li>
<li>Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan</li>
<li>Mengambil nafas tiga kali ketika minum</li>
<li>Minum dengan duduk dan berdiri</li>
<li>Mulai makan dari pinggir tempat makan</li>
<li>Berdo’a sebelum dan sesudah makan</li>
<li>Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut</li>
<li>Tidak pernah makan di depan meja makan</li>
</ol>
<p><em>VI. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA</em></p>
<ol start="1">
<li>Tidur dalam keadaan suci</li>
<li>Tidur di atas bahu sebelah kanan</li>
<li>Meletakkan tangan di bawah pipi</li>
<li>Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan</li>
<li>Tidak suka tidur sebelum Isya’</li>
<li>Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir</li>
<li>Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub</li>
<li>Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur</li>
<li>Membaca do’a jika terjaga dari tidur</li>
<li>Tidur matanya namun tidak tidur hatinya</li>
<li>Menyilangkan kaki jika tidur di masjid</li>
<li>Tidur hanya beralaskan tikar</li>
<li>Tidak menyukai tidur tengkurap</li>
</ol>
<p><em>VII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN</em></p>
<ol start="1">
<li>Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian</li>
<li>Sengang bepergian pada hari kamis</li>
<li>Senang pergi pada pagi hari</li>
<li>Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari</li>
<li>Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt</li>
<li>Berada di barisan belakang saat bepergian</li>
<li>Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan</li>
<li>Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun</li>
<li>Berdo’a jika tiba waktu malam</li>
<li>Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan</li>
<li>Berdo’a ketika kembali dari bepergian</li>
<li>Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at</li>
<li>Mengundi istri-istrinya jika bepergian</li>
<li>Shalat di atas kendaraan</li>
<li>Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan</li>
<li>Mendo’akan orang yang ditinggal pergi</li>
<li>Mendo’akan orang yang akan bepergian</li>
<li>Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi</li>
</ol>
<p><em>VIII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA</em></p>
<ol start="1">
<li>Senang berdoa dengan do’a yang ringkas</li>
<li>Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat</li>
<li>Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari</li>
<li>Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid</li>
<li>Membaca do’a di pagi dan sore hari</li>
<li>Membaca do’a di akhir majlis</li>
<li>Membaca do’a saat keluar rumah</li>
<li>Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil</li>
<li>Berdoa jika memakai pakaian baru</li>
<li>Berdo’a jika merasa sakit</li>
<li>Berdo’a jika melihat bulna</li>
<li>Memanjatkan do’a di saat sulit</li>
<li>Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh</li>
<li>Berdo’a jika bertiup angin kencang</li>
</ol>
<p><em>IX. PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW</em></p>
<ol start="1">
<li>Selalu mengingat Allah di setiap waktu</li>
<li>Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas</li>
<li>Selalu mendahulukan yang kanan</li>
<li>Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin</li>
<li>Tidak menolak jika diberi minyak wangi</li>
<li>Tidak pernah menolak hadiah</li>
<li>Selalu memilih yang lebih mudah</li>
<li>Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira</li>
<li>Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah</li>
<li>Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari</li>
<li>Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’</li>
<li>Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta</li>
<li>Mengulang salam hingga tiga kali</li>
<li>Turut mengerjakan pekerjaan rumah</li>
<li>Pergi ke masjid Quba setiap sabtu</li>
<li>Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti</li>
<li>Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu</li>
<li>Memilih waktu yang tepat dalam menasehati</li>
<li>Tidak bohong dalam bergurau</li>
<li>Berdiri apabila melihat iringan jenazah</li>
<li>Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat</li>
<li>Buang air kecil dengan jongkok</li>
<li>Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting</li>
<li>Menyuruh istrinya agar memakai kain jika ingin menggaulinya dalam keadaan haidh</li>
</ol>
<p>(Akaha, Abduh Zulfidar, <em>160 Kebiasaan Nabi saw</em>, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andyku.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andyku.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andyku.wordpress.com&amp;blog=3495008&amp;post=406&amp;subd=andyku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andyku.wordpress.com/2011/08/15/seratus-enam-puluh-kebiasaan-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131bb95564c2a9034fe7279c5d4209ba?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
