Learning Community

Strategi Bisnis MOROLEJAR

Posted on: 2 Juni 2008

Warung nasi yang dulunya biasa kini menjelma menjadi resto besar bergaya lesehan, dengan 35 saung diatas lahan 1,5 ha.  Warung yang popular dengan nama Morolejar ini berada di pelosok desa yang sepi jauh dari keramaian dan pusat kota. Sang pemilik tidak berusaha mencari tempat yang strategis untuk memulai bisnis ini, karena pada awalnya warung nasi ini memang sekadar dapur bisa berasap dan keluarga tidak kelaparan.  Awalnya warung ini diperuntukkan untuk para supir truk pengangkut pasir dan pekerja tambang yang tiap hari berlalu lalang.  Namun dengan seiringnya waktu ternyata warung ini menjadi sangat ramai, laris manis dan selalu dipenuhi pengunjung.  Tak mengherankan bila Morolejar menjadi sangat popular di Sleman, Yogya dan sekitarnya.

Sang pemilik tidak menyangka kalau warungnya akan berkembang seperti sekarang ini : terdiri dari 35 saung bergaya lesehan, berukuran besar dan kecil, diatas kolam – kolam ikan air tawar, dengan dibantu ratusan karyawan dan konsep desain model gubuk atau saung yang sederhana dari bambu dengan atap ilalang, tidak ada perangkat mebel mewah, tempat duduknya bergaya lesehan dengan alas tikar mendong menjadikan warung ini mengacu pada resto modern yang berciri back to nature.

Melihat sambutan konsumen yang antusias dan pelanggannya datang dari berbagai penjuru, sang pemilikpun menambah menu makanan dengan ikan yang lebih bervariasi dari yang tadinya cuma ikan air tawar goreng ditambah ada ikan gurame, mas dan lele.  Warung inipun makin lama makin rame dan terus menambah tempat untuk gubuk atau saungnya karena sudah tidak muat untuk menampung pelanggan.  Boleh jadi daya tariknya adalah suasana alami, suara air kolam yang penuh ikan, konsumen yang bisa memancing ikan  dan semilir angin diantara pepohonan yang menambah suasana menjadi lebih fres dan nyaman, pas untuk acara keluarga dan refreshing.

Untuk mempertahankan pelanggan saungpun di percantik dengan konsep taman, dan manajemen terus diperbaiki, urusan bumbu untuk semua masakan, baik sayur, sambel maupun untuk ikan bakar, ikan goreng dan sebagainya tetap dikontrol oleh pemiliknya langsung.  Saungpun dibuat dengan berbagai ukuran, ada yang besar dan kecil.  Saung yang besar digunakan untuk menampung puluhan orang yang sengaja membuat hajatan di Morolejar.  Bagi orang Yogya, Sleman khususnya, Morolejar seolah menjelma menjadi ikon resto dan tempat kongko baru, untuk menghilangkan rasa penat dan stress sambil menikmati masakan lezat dan suasana alami.

Sebagai bisnis yang namanya mulai popular, warung Morolejar juga mulai merangsang orang lain untuk membangun bisnis yang serupa. Mulailah bermunculan resto yang serupa yang menjadi pesaingnya, dengan konsep yang tidak jauh berbeda dengan Morolejar. Dengan adanya kehadiran pesaing sang pemilik tidak merasa khawatir, karena bahan baku buat Morolejar sudah tersedia lengkap dari lahan sendiri dengan luas 3,5 hektar.  Juga ikan yang menjadi menu utama tinggal di tangkap dari kolam – kolam sendiri.

Untuk konsep bisnis seperti Morolejar tempatnya sangat pas dan strategis karena suasananya yang alami, nyaman, dekat dengan obyek wisata kaliurang dan jauh dari hiruk pikuk kota serta tempatnya mudah dijangkau.  Karena rata – rata pelanggan atau konsumen yang ke Morolejar tidak hanya ingin mengisi perut tetapi juga menikmati suasana, refreshing di kawasan lembah gunung merapi yang sejuk, melihat ikan di kolam sambil memancing dengan keluarga atau teman.  Menu makanan dan minuman yang bervariasi, penyajiannya yang menarik, serta makanannya yang enak dan lezat membuat pelanggan kerasan dan balik lagi. Ditinjau dari faktor bahan baku, bahan bakunya untuk Morolejar telah tersedia lengkap di tempat itu, sehingga menghemat biaya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About me

Nama saya Andi

Disini kepengin share pengetahuan dan pengalaman. Jika kita tidak bisa memajukan Indonesia lewat pembangunan fisik maka marilah kita majukan Indonesia dengan pengetahuan sebagai bekal untuk generasi penerus.



Blog Stats

  • 147,873 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: